Manajemen Risiko & Pengambilan Keputusan

Daftar Isi:

Anonim

Bisnis menghadapi keputusan tentang risiko hampir setiap hari. Dari pembelian peralatan hingga perekrutan baru hingga akuisisi dan penutupan, setiap keputusan bisnis mengandung unsur risiko. Aspek kunci dalam membuat keputusan bisnis yang tepat berasal dari menentukan keseimbangan antara risiko dan imbalan. Perusahaan yang mengekspos diri mereka pada risiko tinggi dengan imbalan minimal dapat mempertaruhkan diri mereka sendiri dari bisnis. Pada ekstrem yang lain, perusahaan yang memainkannya terlalu aman dapat kehilangan peluang pertumbuhan yang mereka butuhkan untuk bertahan hidup dan berkembang di pasar yang kompetitif.

Mengidentifikasi Risiko

Sebelum bisnis dapat membuat keputusan tentang risiko, perusahaan harus mengidentifikasi risiko tersebut. Sumber risiko ini dapat berasal dari luar, seperti peristiwa cuaca atau fluktuasi pasar, atau risiko internal, seperti akuisisi modal dan biaya pelatihan. Perusahaan harus mengidentifikasi di mana risiko tersebut dapat terjadi, kondisi yang dapat membawa risiko tersebut menjadi kenyataan dan potensi kerusakan pada bisnis karena mengabaikan risiko tersebut.

Memprioritaskan Risiko

Ketika mengidentifikasi risiko, bisnis juga harus menentukan probabilitas bahwa risiko tersebut akan terjadi. Bisnis yang menghadapi risiko yang membawa konsekuensi berat dan kemungkinan besar terjadi harus melindungi diri terhadap risiko tersebut terlebih dahulu. Sebuah perusahaan yang berpusat di padang pasir lebih kecil kemungkinannya menghadapi kondisi badai salju sebagai risiko bisnis daripada perusahaan yang berada di lokasi yang melihat salju setiap musim dingin, sehingga perusahaan tidak akan memfokuskan upaya pengambilan keputusannya dalam menangani risiko semacam itu.

Mengembangkan Strategi

Aspek lain dari proses pengambilan keputusan terletak pada pengembangan rencana strategis. Rencana ini dapat memberikan bisnis alat yang mereka butuhkan untuk mencegah risiko yang dapat mereka hindari dan mengurangi kerusakan yang tidak bisa mereka hentikan. Rencana strategis juga mencegah pemilik bisnis terkejut oleh konsekuensi dari risiko yang dapat diperkirakan sebelumnya. Persiapan ini memudahkan banyak proses pengambilan keputusan dan memberi pemilik bisnis alat yang mereka butuhkan untuk melakukan panggilan yang tepat.

Mengukur Kemajuan

Ketika risiko potensial menjadi fakta yang tidak disukai, bisnis juga harus mengukur dan menilai proses pengambilan keputusan mereka. Pemilik bisnis harus mengukur efektivitas metode mereka, belajar di mana kesalahan dibuat dan menyesuaikan taktik mereka sesuai kebutuhan. Ketika kondisi pasar, peraturan hukum, inovasi teknologi, dan selera pelanggan berubah, risiko baru pasti akan muncul. Perubahan ini membutuhkan bisnis untuk mengidentifikasi dan memprioritaskan risiko baru ini, mengembangkan strategi baru dan menilai kembali kekuatan dan kelemahan dari proses baru ini.